Monday, 2 March 2015



contoh soal dan jawaban fungsi naik dan turun dengan konsep turunan

Contoh Soal 1 :

Tentukan gradien garis singgung pada kurva

a. f(x) = x2 di titik dengan absis 2
b. f(x) = x3 di titik dengan absis 3

Penyelesaian :

a. 
gradien garis singgung pada kurva f(x) = x2 di titik dengan absis 2

Jadi, gradien garis singgung kurva f(x) = x2 di titik dengan absis x = 2 adalah m = 4.

b.
gradien garis singgung pada kurva f(x) = x3 di titik dengan absis 3

Jadi, gradien garis singgung kurva f(x) = x3 di titik dengan absis x = 3 adalah m = 27.

Contoh Soal 2 :

Sebuah benda bergerak sepanjang garis lurus sehingga kedudukannya setelah x detik memenuhi persamaan f (x) = 6x3 + x2 , dengan f(x) dinyatakan dalam meter.

a. Tentukan kecepatan rata-rata benda dalam selang waktu 2 ≤ x ≤ 3.
b. Berapa kecepatan sesaat benda pada x = 2 detik?

Pembahasan :

a. 
kecepatan rata-rata benda dalam selang waktu 2 ≤ x ≤ 3

Jadi, kecepatan rata-ratanya adalah 119 m/s.

b. 
kecepatan sesaat benda pada x = 2 detik

Jadi, kecepatan pada saat x = 2 atau pada detik kedua adalah 76 meter/detik.


Contoh Soal 3 :
Gunakan konsep limit untuk menyelesaikan soal berikut ini. Jika f (x) = x2 – x , tentukan f'(5).

Jawaban :
soal konsep limit
Contoh Soal 4 :

Tentukanlah f ‘(x) fungsi-fungsi berikut ini.

a. f(x) = x2 + x 

b. f(x) = cos x

Penyelesaian :

a. f(x) = x2 + x
f(x) = x2 + x
b. f(x) = cos x
f(x) = cos x
Contoh Soal 5 :

Panjang sebuah persegipanjang sama dengan tiga kali lebarnya. Tentukan laju perubahan luas terhadap lebar untuk lebar = 5 cm.

Jawaban :

Misalkan, lebar = l cm maka panjang = p = 3 × l = 3l dan luas =

L = p × l = 3l . l = 3l2.

Jadi, L = f (l) = 3l2.

Laju perubahan luas terhadap lebar l untuk l = 5 adalah L ‘(5).

Laju perubahan luas terhadap lebar l untuk l = 5


Contoh Soal 6 :

Misalkan f(x) = x3 , tentukanlah :

a. df / dx

b. nilai x sehingga df / dx = 12

Penyelesaian :

a.
pembahasan soal turunan fungsi

b. df / dx = 3x2 maka 3x2 = 12 ↔ x = ± 2.

Jadi, nilai x yang memenuhi df / dx = 12 adalah x = ± 2.

Contoh Soal 7 :

Sebuah benda bergerak sehingga jarak yang ditempuh memenuhi persamaan s = f(t) = t2 – 3t. Tentukanlah laju perubahan sesaat jarak terhadap waktu t. Tentukanlah nilai t sedemikian sehingga laju perubahan jarak terhadap waktu adalah 15.

Penyelesaian :

Laju perubahan sesaat jarak terhadap waktu adalah :
Laju perubahan sesaat jarak terhadap waktu

Apabila laju perubahan jarak terhadap waktu sama dengan 16, diperoleh :

df / dx = 2t – 3 ↔ 15 = 2t – 3

↔ 2t = 18 ↔ t = 9

Jadi, laju perubahan sama dengan 15 terjadi pada saat t = 9 sekon.

Contoh Soal 8 :

Tentukanlah turunan fungsi-fungsi berikut ini.

a. f(x) = x4 
b. f(x) = –8x3

Jawaban :

a. f(x) = x4 maka f '(x) = 4x4–1 = 4x3
b. f(x) = –8x3 maka f ' (x) = –8(3)x3–1= –24x2

Contoh Soal 9 :

Tentukan df/dx untuk fungsi-fungsi berikut.

a. f (x) = ½ x2

b. g (x) = http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20-%5Cfrac%7B1%7D%7B3x%5E%7B8%7D%7D

Jawaban :
penyelesaian turunan fungsi
Contoh Soal 10 :

Tentukan turunan fungsi-fungsi berikut.
a. f(x) = http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20x%5E%7B%5Cfrac%7B3%7D%7B4%7D%7D
b. f(x) = http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cfrac%7B1%7D%7B%5Csqrt%5b3%5d%7B3x%5E%7B2%7D%7D%7D

c. f(x) = http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20x%5E%7B3%7D%5Csqrt%7Bx%5E%7B2%7D%7D

Jawaban :
pembahasan soal turunan fungsi f(x) = axn dengan n Bilangan Rasional


Contoh soal 1 :
Carilah nilai maksimum dan minimum dari fungsi f(x) = 2x 3 – 3x2+ 1 !

Penyelesaian :
Turunan pertama dari fungsi f(x) = 2x³ – 3x² + 1 adalah f’(x) = 6x2 – 6x
Nilai stasioner fungsi f(x) diperoleh jika f’(x) = 0
6x² – 6x = 0
6x (x - 6) = 0
x = 0 atau x = 6
Nilai-nilai stasionernya adalah
Untuk x = 0 diperoleh f(0) = 2(0)³ – 3(0)² + 1 = 1
Untuk x = 4 diperoleh f(6) = 2(6)³ – 3(6)² + 1 = 325
Jadi, fungsi f(x) = 2x³ – 3x² + 1 mencapai nilai maksimum pada f(4) = 325 dan nilai minimum f(0) = 1
2. Dimanakah fungsi f(x) = 2x³ – x² + x – 1 akan cekung ke atas dan cekung ke bawah ?
Penyelesaian :
Turunan pertama dan kedua fungsi f(x) = 2x³ – 6x² + x – 1 berturut-turut adalah f’(x) = 6x² – 12x + 1 dan f’’(x) = 12x – 12
Dengan menggunakan uji turunan kedua bagi kecekungan fungsi, dapat ditentukan:
f’’(x) > 0 berarti
=12x – 12 > 0
=12x > 12
= x > 1
f’’(x) < 0 berarti
=12x – 12 < 0
=12x < 12
Jadi, grafik fungsi f(x) = 2x³ – 6x² + x – 1 cekung ke atas dalam daerah {x │ x > 1} dan cekung ke bawah dalam daerah {x │ x < 1}
Contoh soal 3:
1. Cari nilai ekstrim lokal dari fungsi f (x) = x² – 4x + 2 pada selang (-∞,∞)
Pemakaian uji turunan pertama
f’(x) = 2x – 4
f’(x) = 2x – 4 = 0
x = 2
f’(x) = 2x – 4 > 0
x > 2, f naik pada [2, ∞ )
f’(x) = 2x – 4 < 0
x < 2, f turun pada (- ∞, 2 ]
f (2) = (2)² – 4(2) + 2 = -2 (nilai minimum lokal)
2. Cari nilai ekstrim lokal dari fungsi f (x) = x³ – 6x² + 1 pada selang (-∞,∞)
Pemakaian uji turunan kedua
f’(x) = 3x2 – 12x < 0
= 3x (x – 4) < 0
berarti x = 0 dan x = 4
f’’(x) = 6x – 12
f’’(0) = 6(0) – 12 = -12 (nilai minimum lokal)
f’’(4) = 6 (4) – 12 = 12 (nilai maksimum lokal)
Contoh 4:
Andaikan C(x) adalah biaya total yang dikeluarkan sebuah perusahaan untuk menghasilkan x satuan barang tertentu. Fungsi C disebut fungsi biaya. Jika banyaknya barang yang dihasilkan bertambah dari x1 menjadi x2 , biaya tambahan adalah ∆C = C(x2)-C(x1), dan laju perubahan rata-rata biaya adalah
∆C = C(x2)-C(x1) = C(∆x1+x) – C(x1)
∆x x2 – x1 ∆x
Limit besaran ini ketika, ∆x → 0 yakni laju perubahan sesaat biaya terhadap banyaknya barang yang dihasilkan, oleh para ekonom disebut biaya marjinal:
biaya marjinal = lim ∆C = d C
∆x → 0 ∆x dx
Karena x biasanya hanya berupa bilangan bulat, tidak ada maknanya untuk membiarkan ∆x mendekati 0, tetapi kita selalu dapat menggantikan C(x) dengan suatu fungsi penghampir mulus.
Dengan mengambil ∆x = 1 dan n besar (sehingga ∆x kecil dibandingkan terhadap n) kita mempunyai
C’(n) = C(n + 1) – C(n)
Jadi, biaya marjinal dari memproduksi n satuan kira-kira sama dengan biaya memproduksi satu satuan lebih [satuan ke-(n + 1)]
Contoh soal 5:
Buktikan bahwa lim 5x + 3 = 5
x → ∞ 3x– 1 3
Penyelesaian :
lim 5x + 3 = lim 5+ 3/x = 5 + 0 = 5
x → ∞ 3x – 1 x → ∞ 3 - 1/x 3 – 0 3
Contoh soal 6:
Carilah bilangan c yang dijamin oleh Teorema nilai rata-rata untuk f(x) = 1 – x2 pada [-6, 8] !
Penyelesaian :
f’(x) = – 2x

f (-6) – f (8) = -35 – (– 63) = -98 = 7
(-6) – (8) –14 -14
-2c = 7
c = -7
2
f(x)= 2x2 – x4 pada (-2,2)
Jawaban :
Titik-titik kritis f
7.titik ujung : tidak ada

      1. titik stasioner :f(x) = 2x2 – x4 t
f’(x) = 4x – 43
= 4x ( 1 – x )( 1 + x)
Jikaf’(x)= 0 maka 4x ( 1 – x )( 1 + x)
x = 0, x = 1 atau x = -1
Titik-titik stasioner f: (0,0), (1,1), dan titik singular : tidak ada karena f(x) selalu ada untuk (-2,2)
Jadi nilai maksimum f adalah 1 dan nilai minmum f adalah 0.
8. h(x) = 4x1/3 – x4/3
Jawaban : f’(x) = 4/3 x-2/3 – 4/3 x1/3
= 4/3 x-2/3 (1 -x)
f’(x) > 0 untuk x ≤ 0
Jadi fungsi f naik pada selang [ - ∞ ,1)
f’(x) < 0 untuk x ≥ 1. Jadi fungsi f turun pada selang [1,∞)
f”(x) = – 4/3x-5/3 (2 + x)
f”(x) > 0 untuk -2 < x < 0, sehingga fungsi f cekung ke atas pada selang (-2,0)
f”(x) < 0 untuk x – 2 atau x > 0, sehingga fungsi f cekung kebawah pada
selang
( -∞,-2) dan pada selang (0, +∞)
9. Untuk f(x) = x2 – 7x + 3, gunakan uji turunan kedua untuk mengenali ekstrim lokal.
Jawaban :
f(x) = x2 – 7x + 3
f’(x) = 2x – 7
f”(x) = 2
untuk f’(x) = 2x -7
= 2 (x – 3,5)
x = 3,5 dan x = 0
Maka : hp = {0,3,5}
Jadi f’(3,5) = 0 dan f”(3,5) > 0
Karena itu menurut uji turunan kedua f”(3,5) adalah maksimum lokal
10. Cari nilai maksimal dan minimum lokal f(x) = x2 – 2x pada (-∞,∞)
Jawaban :
f(x) = x2 – 2x
f(x) = 2x – 2
= 2 (x – 1)
Maka : {0,1}
f(0) = 0
f(1) = -1
Jadi f(0) = 0 adalah nilai maksimum lokal dan f(-1) adalah nilai minimum lokal


Contoh Soal 1 :

Periksa naik atau turunnya fungsi-fungsi berikut.

1. f(x) = –x2 pada selang (0,1)
2. f(x) = 10x – x2 pada selang (0,10)

Pembahasan :

1. f(x) = – x2 maka f '(x) = –2x.

Misalkan, p anggota (0, 1) sehingga 0 < p < 1.
f '(p) = –2p < 0 untuk p > 0 sehingga f(x) = x2 pada selang (0, 1) merupakan fungsi turun.

2. f(x) = 10x – x2 maka f '(x) = 10 – 2x.

Misalkan, p anggota (0, 10) sehingga 0 < p < 10.
f '(p) = 10 – 2p > 0 untuk p < 5 dan f '(p) = 10 – 2p < 0 untuk p > 5. 
Dengan demikian, f(x) = 10x – x2 pada selang (0, 10) merupakan fungsi naik dan fungsi turun.

Contoh Soal 2 :

Periksa naik atau turunnya fungsi f(x) = cos x pada selang-selang berikut.

a. http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%200,%5C:%20%5Cfrac%7B%5Cpi%20%7D%7B2%7D%20%5Cright%20%29

b. http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%20%5Cpi%20,%5C:%20%5Cfrac%7B3%20%7D%7B2%7D%5Cpi%20%5Cright%20%29

Penyelesaian :

f(x) = cos x maka f '(x) = – sin x.

a. f(x) = cos x pada selang http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%200,%5C:%20%5Cfrac%7B%5Cpi%20%7D%7B2%7D%20%5Cright%20%29

Misalkan, p adalah anggota http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%200,%5C:%20%5Cfrac%7B%5Cpi%20%7D%7B2%7D%20%5Cright%20%29 sehingga 0 < p < http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cfrac%7B%5Cpi%20%7D%7B2%7D.

f '(p) = –sin p < 0 untuk 0 < p < http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cfrac%7B%5Cpi%20%7D%7B2%7D sehingga f(x) = cos x pada selang http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%200,%5C:%20%5Cfrac%7B%5Cpi%20%7D%7B2%7D%20%5Cright%20%29 merupakan fungsi turun.

b. f(x) = cos x pada selang http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%20%5Cpi%20,%5C:%20%5Cfrac%7B3%20%7D%7B2%7D%5Cpi%20%5Cright%20%29

Misalkan, p anggota http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%20%5Cpi%20,%5C:%20%5Cfrac%7B3%20%7D%7B2%7D%5Cpi%20%5Cright%20%29 sehingga Ï€ < p < http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cfrac%7B3%7D%7B2%7D Ï€.

f '(p) = –sin p > 0 untuk Ï€ < p < http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cfrac%7B3%7D%7B2%7D sehingga f(x) = cos x pada selang http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%20%5Cpi%20,%5C:%20%5Cfrac%7B3%20%7D%7B2%7D%5Cpi%20%5Cright%20%29 merupakan fungsi naik.

Contoh Soal 3 :

Tentukan pada interval (0, 2π) di mana tempat fungsi f(x) = cos (x + π) merupakan fungsi naik atau fungsi turun.

Jawaban :

f(x) = cos ( x + Ï€), maka f '(x) = –sin (x + Ï€).

• Agar fungsi f(x) = cos (x + Ï€) merupakan fungsi naik maka f '(x) > 0 sehingga –sin (x + Ï€) > 0. Untuk menyelesaikan pertidaksamaan ini, gunakan diagram tanda melalui tahapan berikut: 

–sin (x + Ï€) = 0
–sin (x + Ï€) = sin 0 ↔ x + Ï€ = 0 ± k 2Ï€, k bilangan bulat
x = –Ï€ ± k 2Ï€

Oleh karena x ↔ (0, 2Ï€) maka nilai x yang memenuhi adalah x1 = Ï€ sehingga diperoleh diagram tanda berikut.
diagram tanda maka nilai x yang memenuhi adalah x1 = π
Dari diagram tanda tersebut interval yang menghasilkan –sin (x + Ï€) > 0 adalah 0 < x < Ï€.

f(x) = cos (x + π) merupakan fungsi naik pada interval 0 < x < π
Gambar 5. f(x) = cos (x + Ï€) merupakan fungsi naik pada interval 0 < x < Ï€.
Jadi, f(x) = cos (x + π) merupakan fungsi naik pada interval 0 < x < π, seperti diperlihatkan pada Gambar 5.

• Fungsi f(x) = cos(x+ Ï€) merupakan fungsi turun, jika f '(x) < 0 sehingga f '(x) = –sin (x + Ï€) < 0.

Dengan menggunakan diagram tanda, interval yang menghasilkan –sin(x + Ï€) < 0 adalah Ï€ < x < 2.

Jadi, f(x) = cos (x + π) merupakan fungsi turun pada interval π < x < 2π, seperti diperlihatkan pada Gambar 8.9.

Contoh Soal 4 :

Tentukan nilai maksimum dan minimum f(x) = 2x2 – x, untuk:

a. Df = { x | –1 ≤ x ≤ 2},
b. Df = { x | –6 ≤ x ≤ –4}.

Jawaban :

f(x) = 2x2 – x ↔ f '(x) = 4x – 1

4x – 1 = 0 ↔ x = ¼.

a. x = 1/4 anggota Df = { x | 1 ≤ x ≤ 2} ....(1)

f(–1) = 2 (–1)2 – 1 = 1 ....(2)

f(2) = 2 (2)2 – 2 = 6 ....(3)

Dari (1), (2), dan (3), diperoleh f(2) = 6 adalah nilai maksimum dan f (¼) = - 1/8 merupakan nilai minimum fungsi f(x) = 2x2 – x

dengan :

Df = { x | –1 ≤ x ≤ 2}.

b. x = .... bukan anggota Df = { x | –6 ≤ x ≤ –4}
f(–6) = 2 (–6)2 – (–6) = 78
f(–4) = 2(–4)2 – (–4) = 36

Jadi, fungsi f(x) = 2x2 – x dengan Df = { x | –6 ≤ x ≤ –4} mempunyai nilai maksimum f(–6) = 78 dan nilai minimum f(–4) = 36.

Contoh Soal 5 :

Selembar aluminium akan dibuat silinder tanpa tutup dengan volume 8.000Ï€ cm3 . Tentukan tinggi dan jari-jari alas silinder agar aluminium yang digunakan seminimal mungkin.
Diketahui: Volume silinder tanpa tutup yang dibuat 8.000Ï€ cm3 .

Ditanyakan: Tinggi dan jari-jari alas silinder agar luas aluminium minimal.

Penyelesaian :

Misalkan, volume silinder = V (r), tinggi silinder = t, jari-jari alas silinder = r, dan luas permukaan silinder = L (r).

V (r) = luas alas × tinggi = Ï€ r2 × t = 8.000Ï€

sehingga,

t = http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cfrac%7B8.000%5C:%20%5Cpi%20%7D%7B%5Cpi%20r%5E%7B2%7D%7D=%5Cfrac%7B8.000%7D%7Br%5E%7B2%7D%7D ....(1)

L (r) = luas alas + luas selubung = Ï€ r² + 2Ï€rt ....(2)

Substitusikan (1) ke (2) sehingga diperoleh :

L (r)= Ï€ r² - 2Ï€r http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20%5Cleft%20%28%5Cfrac%7B8.000%7D%7Br%5E%7B2%7D%7D%20%5Cright%20%29 = Ï€ r² - 2Ï€rt

Nilai stasioner L (r) diperoleh jika nilai L' (r) = 0 sehingga :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga_wC9N6CcuO3cfjNJryOnlffDWgzLTot-WB4ktZXTpK43VdwBWmX5GJoBl4gJ3-34d9xxHastNH1SQ6WavWwU3G-v8uUfN3h9xG9BkKvoj8Bcyl5g4sG-aj91LjlEFZriyOg7qeHV0z8/s1600/Nilai-stasioner-L-luas-permukaan-silinder-1152013.jpg....(3)
Substitusikan (3) ke (1) sehingga diperoleh :
http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfn_jvn%20t=%5Cfrac%7B8.000%7D%7Br%5E%7B2%7D%7D=%5Cfrac%7B8.000%7D%7B400%7D=20
Jadi, tinggi silinder t = 20 cm dan jari-jari alas r = 20 cm.

Contoh Soal 6 :

Jumlah bahan bakar solar selama satu tahun yang dibutuhkan oleh suatu kendaraan yang bergerak dengan kecepatan v km/jam memenuhi persamaan :

Q(v) = - 1/65 v2 + 2v + 2.500 liter

Tentukan jumlah maksimum solar yang dibutuhkan dalam empat tahun.

Pembahasan :

Nilai stasioner Q(v) diperoleh jika Q'(v) = 0 sehingga :

Q’(x) = - 2/65 v + 2 = 0 ↔ - 2/65 v = 2 ↔ v = 65

Jumlah maksimum solar yang dibutuhkan selama satu tahun adalah :

Q(65) = -1/65 (65)2 + 2(65) + 2.500 = 2.565 liter

Jumlah maksimum solar yang dibutuhkan empat tahun adalah :

4 × 2.565 = 10.260 liter.
Contoh 7:
Tentukan turunan dari   f(x) = 4x – 3
Jawab
f(x) = 4x – 3
f( x + h) = 4(x + h) – 3
             = 4x + 4h -3
Sehingga: f’(x) = 
                         =                            
                         =        
                         =     
                         = 
                         =   4
Contoh 8;
Tentukan turunan dari  f(x) = 3x2
Jawab :
           f(x) = 3x2
           f(x + h) = 3 (x + h)2
                        = 3 (x2 + 2xh + h2)
                        = 3x2 + 6xh + 3h2
Sehingga :  f’(x) =
                           = 
                           = 
                           =  h
                           =  6x+ 3.0
                           =  6x
Latihan
Dengan definisi di atas tentukan nilai turunan berikut:
  1. f(x) = 6 – 2x
  2. f(x) = 5x2 +2x
  3. f(x) = 2x3
Soal ke-9
Jika f(x) = 3x2 + 4 maka nilai f1(x) yang mungkin adalah ….
Pembahasan
f(x)      = 3x2 + 4
f1(x)     = 3.2x
            = 6x

Soal ke10
Nilai turunan pertama dari: f(x) = 2(x)2 + 12x2 – 8x + 4 adalah …
Pembahasan
f(x)      = 2x3 + 12x2 – 8x + 4
f1(x)     = 2.3x2 + 12.2x – 8
            = 6x2 + 24x -8

Sunday, 1 March 2015



LAPORAN UJIANPRAKTEK
IPA
PEMANFAATAN BARANG LIMBAH
BERNILAI EKONOMIS


Disusun Oleh :
Nama               :  Siti Masruroh
Kelas               :  XII. Busana Butik
Nomor Absen  :  20

SMK PGRI 02 PEGANDON
KEC. PEGANDON KAB. KENDAL
TAHUN AJARAN 2015
KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan Rahmat Inayah serta Magfirah kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan pembukuan ini sebagai hasil laporan kegiatan daur ulang barang bekas berupa limbah kaleng plastik menjadi Celengan.
Adapun penulisan laporan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa  dalam kehidupan kita tak terlepas dengan sampah plastik terutama kaleng plastik yang banyak berserakan. Produksi Minuman gelas yang kemasannya terbuat dari Plastik  kurang diimbangi oleh pengelolaan daur ulang membuat kemasan plastik air minum dan sejenisnya meningkatkan polutan semakin besar di Dunia, selain menimbulkan polusi di bumi kemasan kaleng plastik yang sulit  larut  dialam bebas mengotori lingkungan, ikan dilaut, burung  dan satwa karena termakan tanpa disengaja.
Pegandon, 17 Februari 2015
Tim Penulis

 
Dalam penulisan laporan ini, berbagai hambatan telah penulis alami. Oleh karena itu, terselesaikannya laporan ini tentu saja bukan karena kemampuan penulis semata - mata. Namun karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak - pihak yang terkait. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kiranya penulis dengan ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah membantu menyelesaikan laporan ini.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari pengetahuan dan pengalaman penulis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar laporan ini dapat menjadi lebih baik.





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah  ................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
C.     Tujuan Penelitian............................................................................................. 1
BAB II METODOLOGI CARA KERJA
A.    Alat dan Bahan ..............................................................................................  2
B.     Cara Kerja ...................................................................................................... 2
C.     Manfaat........................................................................................................... 2
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ..................................................................................................... 3
B.     Saran ............................................................................................................... 3


BAB I
PENDAHULUAN

A.        LATAR BELAKANG MASALAH
Akhir-akhir ini, limbah kaleng plastik bekas di sekitar kita semakin meningkat. Bertambahnya jumlah sampah menyebabkan dampak yang cukup buruk kepada lingkungan. Sampah dalam bentuk kaleng plastik cukup susah diuraikan. Penelitian menunjukkan bahwa sampah kaleng plastik akan terurai dalam jangka waktu 50 juta tahun. Bayangkan, apabila hal ini tidak ditangani maka bumi akan menjadi  kjokenmodinger alias tempat tinggal yang terbentuk dari sampah dan  barang tidak berguna.
Berdasarkan hal yang telah terurai sebelumnya, sudah seharusnya ada suatu cara untuk mengolah atau memanfaatkan kaleng plastik bekas ini. Dalam pengolahannya, kita dapat memikirkan aspek ekonomisnya pula, agar kita terpicu untuk terus merecycle alias mendaur ulang limbah botol plastik bekas untuk menyelamatkan eksistensi kebersihan bumi tercinta ini.

B.        PERUMUSAN MASALAH
Masalah yang akan dibahas dalam laporan ini adalah bagaimana cara agar dapat diperoleh kerajinan plastik  daur ulang barupa keranjang dengan warna yang menarik namun ramah lingkungan.

C.        TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses daur ulang plastik bekas minuman dengan menggunakan metode sederhana dan menggunakan bahan–bahan  ramah lingkungan seperti Kaleng plastik dan memprosesnya menjadi kerajinan tangan berupa keranjang yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. 


BAB II
METODOLOGI CARA KERJA


A.    Alat dan Bahan :
1.            Kaleng plastik bekas
2.            Cutter
3.            Lem G
4.            Plastik kado
5.            Kain perca

B.     Cara Membuat
1.      Siapkan 1 kaleng plastik (lihat lampiran gambar)
2.      Cuci hingga bersih
3.      Kain perca dilekatkan dengan lem di bagian sisi atas dan bawah kaleng plastik.
4.      Hias kain perca membentuk bunga ditempelkan dibagian sisi yang sudah dilekatkan dengan kain perca.
5.      Dibungkus dengan plastic kado.

C.    MANFAAT
1.      Dengan menggunakan kaleng plastik, dapat mengurangi limbah, menjaga kebersihan, menjaga dan merawat bumi kita.
2.      Mengajarkan untuk lebih kreatif dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat seperti kaleng plastik.
3.      Bagian yang tidak dipakai dapat digunakan kembali untuk dibuat kerajian, misalnya tirai dari kaleng plastik bekas minuman.
4.      Dapat meningkatkan nilai ekonomis kaleng plastik yang sudah menjadi sampah.


BAB III
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
1.      Kaleng plastik dapat dimanfaatkan kembali setelah melalui proses daur ulang
2.      Menambah nilai tambah pada benda tersebut agar bernilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi sebuah peluang bisnis.

B.     SARAN
Sebaiknya dalam pembuatan kerajian tangan dari limbah seperti ini, sisa bahan yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali untuk dibuat kerajinan tangan lainnya, seperti yang saya cantumkan di kesimpulan. Dan sebelum menggunakan bahan dari limbah, sebaiknya dicuci hingga bersih terlebih dahulu mengingat bahan yang kita gunakan adalah limbah atau sampah yang tentunya mengandung banyak bakteri.
Penulis sadar bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kesalahan yang didapat mengingat penulis hanya manusia biasa yang tak luput dari salah. Maka itu, penulis memohon kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca agar dapat menjadi motivasi  bagi penulis untuk lebih baik lagi.